Tuesday, January 15, 2019

Jangan Lewatkan Bedah Buku 'Korupsi' Dr. Herry Priyono. Bantu Anggota Dewan Pahami Korupsi

Masalah-masalah korupsi tetap berubah menjadi soal serius dalam kehidupan berbangsa serta negara.

Korupsi tidak hanya permasalahan hukum yg sejauh ini ada di media pers, namun pembusukan serta penyelewengan dari hadirnya satu institusi.
Artikel Terkait : arti Implikasi

Perihal itu dikatakan Dosen Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara, juga sekaligus penulis buku, " Korupsi ; menelusur makna serta mengikuti Implikasi, Dr. Herry Priyono dalam bedah buku terbarunya perihal Korupsi, di Gedung XCS Yayasan Xaverius Bangau, Palembang, Minggu (13/1) .

" Korupsi membatasi kapabilitas institusi capai maksud baik atau terkait tentang tatanan warga yg baik. Sejauh peradaban manusia itu punyai inspirasi gagasan wujudkan kehidupan berbarengan yg baik, perihal trik serta tata kelola yg baik. Karena itu, korupsi akanlah tetap ada, " pungkasnya dalam bedah buku yg digelar oleh Kampus Katolik Musi Charitas Palembang.


Perkara korupsi sesungguhnya bisa dimengerti dengan cara simple menurut Herry. Menurut dia, satu institusi kerapkali menyebabkan satu soal baru. Satu institusi pengadilan umpamanya dicetak lantaran dalam kehidupan berbarengan kita butuh instansi yg mengontrol serta mengatur kesetaraan dua pihak yg bersengketa.

" Buku ini dengan cara simple coba menjelaskan bagaimana korupsi itu berlangsung. Lantaran dalam kehidupan sesehari, korupsi berubah menjadi beban berat, karena itu saya mau lumayan membantu melalui tulisan. Siapa tahu ada manfaatnya. "

" Terus tanda-tanda korupsi yg makin hari udah bertambah luas tetapi, tak ada literatur yg membicarakan dengan cara konfrehensif. Sejauh ini pembicaraan cuma sekedar implikasi hukum. Soal korupsi tak dapat cuma dikenali dengan implikasi hukum semata-mata, " katanya.

Buku ini sendiri dengan cara singkat di desain oleh Herry memanfaatkan beragam ragam pisau kajian seperti, ekonomi, politik, filsafat, akhlak, kriminologi, ekonomi. Dari tiap-tiap susunan yg dibedah, sampailah buku itu terhadap akar dari korupsi yg udah ada sejak mulai saat Yunani Kuno, India Kuno, rutinitas Islam, barat.

Simak juga : Integrasi Nasional
" Di mana dalam korupsi ada pergeseran, korupsi itu bukan hanya pada soal hukum saja. Saya hingga pada suatu ringkasan, apabila korupsi tidaklah monopoli dari kebudayaan khusus. Korupsi berubah menjadi soal di tiap-tiap kebudayaan serta peradaban. Korupsi bukan sisi dari rencana satu kebudayaan, " katanya.

Sesaat, Dr. Yustianus Slamet Antono, Drs. H Mal An Abdullah serta Dr. Hendro Setiawan bertindak sebagai pembedah buku itu berbarengan mengupas buku setebal 684 halaman itu.

" Buku ini sesuai berubah menjadi wawasan perihal korupsi. Terlebih untuk calon anggota dewan. Sama seperti disinggung dalam buku ini segalanya perihal histori korupsi dari saat terus diulas di sini, " kata Yustianus.

Wakil Rektor 1 Unika Musi Charitas, Dr. Heri Setiawan, S. T. , M. T mengapresiasi hadirnya buku itu. Dirinya sendiri mengharapkan, oleh karena ada bedah buku itu bisa menjadi satu trik untuk institusi pendidikan turut berperan dalam masalah korupsi, " jelasnya

No comments:

Post a Comment