Thursday, January 10, 2019

Yuk Intip Tata Cara Shalat Lima Waktu Lengkap Beserta Bacaan dan Terjemahan

Shalat merupakan di antara rukun Islam yang wajib dikerjakan seseorang muslim. Lantaran isyarat seseorang muslim atau mungkin tidak sehabis menyampaikan kalimat syahadat yakni dengan shalat. Shalat punyai tata trik yg privat, yg dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW dengan di ajarkan langsung oleh Malaikat Jibril. Buat mengerjakan beribadah shalat, dibawah ini tuntunannya

Pertama, tekad. Tekad dikatakan dalam hati, serta dilakukan berbarengan dengan membawa ke dua tangan buat membaca takbiratul ihram. Buat bacaan-bacaan tekad di tiap-tiap shalat, dapat disaksikan di artikel kami.

Ke dua, membaca takbiratul Ihram. Takbiratul Ihram punyai makna takbir yg “mengharamkan” kita lakukan perbuatan apa pun di luar pergerakan serta bacaan shalat. Takbiratul Ihram Bacaannya merupakan,

ألله أكبر

Allahu Besar

Allah Maha Besar

Ke-tiga, doa Iftitah. Iftitah bermakna pembuka. Doa ini dibaca sebelum membaca surah al-Fatihah. Hukum membaca doa iftitah ini merupakan sunnah. Dibawah ini doanya,

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Allahu Besar Kabiira Walhamdu Lillahi Katsiran wa Subhaanallahi Bukratan wa Ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawati wal ardha haniifan wa maa ana min al-musyrikin. Inna Shalaati wa Nusukii wa Mahyaaya wa Mamaati lillahi rabbi al-‘aalamin. Laa Syariika Lahu wa bidzaalika umirtu wa anaa min al-muslimiin.

Allah yg Maha Besar Sebesar-besarnya, serta semua puji yg banyak cuma terhadap Allah, serta maha Suci Allah baik di waktu pagi atau petang. Kenyataannya saya hadapkan diriku terhadap yg membuat semuanya langit serta bumi, dengan lurus ikuti ajaran agama (millah) yg dibawa oleh Nabi Ibrahim As. serta saya tidaklah termasuk juga group beberapa orang yg menyekutukan Allah. Kenyataannya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, sebatas buat Allah (semata-mata) , Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, serta dengan kepercayaan tersebut saya disuruh, serta saya termasuk juga ke dalam group beberapa orang yg berserah diri (muslimin) .

Ke-4, membaca surah al-Fatihah. Surah al-Fatihah ini merupakan di antara rukun shalat. Apabila tak membacanya, karena itu shalat berubah menjadi gagal.

Ke-5, membaca surah (panjang, pendek, atau sejumlah ayat dari dalam surah) . Apakah yg dibaca sesuai kapabilitas hafalan kita yg mengerjakan shalat. Apabila tengah ada aktivitas yang wajib diselesaikan, tak usah membaca surah atau ayat yg banyak/panjang.

Ke enam, ruku’. Dibawah ini bacaannya,

سُبْحَانَ رَبِّيْ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

اللهم لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِيْ وَبَصَرِيْ وَمُخِّيْ وَعَظْمِيْ وَعَصَبِيْ وَشَعْرِيْ وَبَشَرِيْ وَمَا اسْتَقَلَّتْ بِهِ قَدَمِيْ اللهُ رَبَّ الْعَالَمِينَ

Subhaana rabbiya al-‘azhiimi wa bi hamdihi 3x

Allahumma laka raka’tu, wa bika aamantu, wa laka aslamtu, khasya’a laka sam’ii wa basharii, wa mukkhii, wa ‘azhmii, wa ‘ashabii, wa sya’rii, wa basyarii, wa maastaqallat bi qadamii. Allahu Rabbil ‘Aalamiin.

Maha Suci Tuhanku Yg Maha Agung serta Maha Suci dengan semua puji kepada-Nya. 3x

Ya Allah, kepada-Mu saya ruku’, terhadap-Mu saya beriman, terhadap saya berserah diri (berislam) . Pendengaran, pandangan, pikiran, tulang, urat, rambut, kulit, hingga yg dilaksanakan oleh kaku seluruhnya khusyu’ terhadap Allah Tuhan Semesta Alam.

Ke tujuh, i’tidal. I’tidal dilaksanakan melalui langkah berdiri, serta tak bersedekap. Bacaannya merupakan sebagaimana berikut,

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ … رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَالشُّكْرُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Sami’a Allahu liman hamidahu…Rabbana wa laka al-hamdu wa al-syukru hamdan katsiiran thoyyiban mubaarakan fiihi, mil’u al-samaawaati wa mil’u al-ardhi, wa mil’u maa bainahumaa wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du.

Allah terus-menerus dengar terhadap siapa yg memuji-Nya… Tuhanku, terhadap Engkaulah semua pujian, semua kesyukuran, pujian yg banyak, baik, kembali barokah di dalamnya. Pujian serta kesyukuran itu penuhi semuanya langit, semuanya bumi, di antara kedua-duanya, serta penuhi barang siapa yg Engkau kehendaki kemudian.

Ke delapan, sujud. Dibawah ini bacaannya,

سُبْحَانَ رَبِّيْ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

اللهم لَكَ سَجَدْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتَ وَبِكَ آمَنَتُ أَنْتَ رَبِّي سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Subhaana Rabbiya al-A’laa wa bi hamdihi 3x … Allahumma laka sajadtu, wa laka aslamtu, wa bika aamantu. Anta rabbi sajada wajhii lilladzii khalaqahu wa showwarahu wa syaqqa sam’ahu wa bashorohu tabaaraka Allahu ahsanu al-khaaliqin.

Maha Suci Tuhanku Yg Maha Tinggi serta Maha Suci 3x … Ya Allah kepada-Mu saya sujud, kepada-Mu saya berislam, kepada-Mu saya beriman. Engkaulah Tuhanku. Wajahku bersujud terhadap yg menciptakannya, serta membentuknya (dengan sebaik-baiknya muka) , wa memberikan telinga serta mata. Maha Suci Allah, sebaik-baiknya Pencipta.

Ke sembilan, duduk di antara dua sujud. Duduk begini dimaksud duduk iftirasy. Bacaanya merupakan,

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii

Ya Tuhanku, ampunilah saya, kasihanilah saya, benarkanlah saya, angkatlah derajatku, karuniakanlah saya rizki, sehatkanlah saya, serta maafkanlah saya.

Ke-10, sujud kembali. Bacaannya sama seperti sujud yg pertama.

Kesebelas, bangun menyambung rakaat sesudah itu. Apabila shalat sejumlah dua rakaat, karena itu di akhirat rakaat ke dua langsung mengerjakan tasyahud akhir. Apabila shalat sejumlah tiga/empat rakaat, karena itu di rakaat ke dua membaca tasyahud awal serta tasyahud akhir di rakaat ke-tiga (buat shalat maghrib yg cuma tiga rakaat) serta di rakaat ke-4 (buat shalat yg empat rakaat) .

Keduabelas, tasyahud awal. Bacaannya merupakan sebagaimana berikut,

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَللهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

At-tahiyyaatu al-mubaarakaatu al-shalawaatu al-thoyyibaatu lillahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. As-Salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi as-shoolihin. Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa Asyhadu anna muhammadarrasuulullah. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidinaa Muhammad.
Artikel Terkait : doa iftitah sesuai Sunnah

“Segala perkataan selamat, keberkahan, shalawat, serta kebaikan merupakan untuk Allah. Moga-moga kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu wahai Nabi bersama-sama berkah Allah serta barakah-Nya. Moga-moga kesejahteraan dilimpahkan juga terhadap kami serta terhadap semuanya hamba Allah yg shalih. Saya bersaksi kalau tak ada sesembahan yg punya hak disembah namun Allah, serta saya bersaksi kalau Muhammad itu merupakan utusan Allah. Ya Allah saya hingga shalawat terhadap junjungan kita Nabi Muhammad”

Ketigabelas, tasyahud akhir. Bacaannya sama seperti tasyahud awal, tetapi ada bacaan sesudah itu,

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَللهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

At-tahiyyaatu al-mubaarakaatu al-shalawaatu al-thoyyibaatu lillahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. As-Salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi as-shoolihin. Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa Asyhadu anna muhammadarrasuulullah. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidinaa Muhammad. Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad Kamaa shollayta ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa Baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘ala sayyidinaa Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

“Segala perkataan selamat, keberkahan, shalawat, serta kebaikan merupakan untuk Allah. Moga-moga kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu wahai Nabi bersama-sama berkah Allah serta barakah-Nya. Moga-moga kesejahteraan dilimpahkan juga terhadap kami serta terhadap semuanya hamba Allah yg shalih. Saya bersaksi kalau tak ada sesembahan yg punya hak disembah namun Allah, serta saya bersaksi kalau Muhammad itu merupakan utusan Allah. Ya Allah saya hingga shalawat terhadap junjungan kita Nabi Muhammad, dan terhadap keluarganya. Sama seperti Engkau berikan shalawat terhadap Nabi Ibrahim As. , dan terhadap banyak keluarganya. Serta, berikanlah keberkahan terhadap junjungan kita Nabi Muhammad, dan terhadap keluarga. Sama seperti, Engkau udah berkahi terhadap junjungan kita Nabi Ibrahim, dan keberkahan yg dilimpahkan terhadap keluarga Nabi Ibrahim. Di semuanya alam raya ini, Engkaulah Yg Maha Terpuji kembali Maha Langgeng.

Sesudah itu, dapat dilanjut dengan pada tasyahud akhir dengan salam. Dibawah ini doanya :

لَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma inni a’uudzubika min ‘adzaab al-qabr, wa min fitnati al-mahyaa wa al-mamaat, wa mi syarri fitnati al-masiih al-dajjaal. Allahummaghfirlii ma qaddamtu wa ma akkhartu, wa ma asrartu, wa ma a’lantu, wa ma anta a’lamu bihi minni, anta al-muqaddimu wa anta al-mu’akkhiru. Laa Ilaaha Illa Anta.

Ya Allah saya meminta perlindung kepada-Mu dari azab neraka jahanam, azab simpan, dari fitnah di saat hidup serta mati, dan dari buruknya fitnah al-Masih Dajjal. Ya Allah, ampunilah saya dari semua dosa, yg dulu atau yg kelak, yg rahasia atau yg blak-blakan, serta apakah yg Engkau lebih tahu pada dosaku ketimbang saya sendiri. Engkaulah Yg Maha Mulai serta Yg Maha Menyudahi. Tidak ada Tuhan tidak cuman Engkau. ”

Keempatbelas, menyampaikan salam. Langkahnya dengan menolehkan kepala ke kanan lebih dahulu, lantas membaca salam. Seterusnya menolehkan kepala menuju kiri kembali menyampaikan salam. Bacaan salamnya merupakan sebagaimana berikut,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahi wa Barakaatuhu

Keselamatan terus-menerus tercurah terhadap kalian, ikut berkah Allah serta keberkahan-Nya.

Hingga sini, aktivitas shalat udah usai. Tetap disunahkan ikut buat menyambung dengan dzikir sehabis shalat atau mengerjakan shalat sunnah rawatib, atau dimaksud shalat sunnah ba’diya al-shalah. Wallahu A’lam.
Sumber : http://www.gopintar.com/

No comments:

Post a Comment